Dalam rangka mewujudkan cita-cita UUD 1945 khususnya dalam bidang keagamaan, Kantor Urusan Agama merupakan salah satu lembaga yang cukup penting di wilayah kecamatan.
Di Kecamatan Bantan, Kantor Urusan Agama terletak di Ibu Kota Kecamatan yaitu berada di Jl. Soekarno Hatta, dan merupakan salah satu diantara KUA yang ada di Kabupaten Bengkalis. Kecamatan ini terdiri dari 9 (sembilan) desa yang terdiri dari desa selatbaru, jangkang, bantan tua, bantan tengah, bantan air, muntai, teluk pambang, kembung luar dan desa teluk lancar.
Keberadaan KUA Kecamatan Bantan telah berdiri sejak tahun 1996. Sepanjang berdirinya KUA di Kecamatan Bantan telah banyak kemajuan yang dicapai khususnya dalam melaksanakan tugas yang diembannya yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Berbagai program dan kegiatan telah dilakukan dan diharapkan mampu mewujudkan tujuan dan sasaran dibidang keagamaan. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan keberadaan Kantor Urusan Agama sebagai Lembaga pemerintah yang mengurus masalah keagamaan khususnya agama Islam
B. Tugas Pokok dan Fungsi
a. Tugas
KUA Kecamatan Bantan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kantor Kementerian Agama Khususnya dalam bidang urusan Agama Islam
b. Fungsi
Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut di atas, KUA Kecamatan Bantan mempunyai fungsi :
1. Memberikan pelayanan kepada masyarakat dibidang :
• Administrasi Umum
• Nikah dan rujuk
• Wakaf
• Zakat, Infaq dan Sedekah
• Pembinaan Keagamaan
• Mualaf
• Pembinaan Jamaah Calon Haji
• Membina calon pengantin
• Pendataan Rumah Ibadah
2. Melaksanakan pembinaan terhadap lembaga-lembaga keagamaan seperti :
• Lembaga Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4).
• Badan Amil Zakat (BAZ)
• Pembinaan Pengamalan Agama (P2A)
• Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ)
• Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI)
• Majlis Ulama Indonesia (MUI)
• Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)
3. Melaksanakan Kegiatan Lintas Sektoral dengan instansi atau ORMAS yang ada di Kecamatan Bantan.
4. Mengadakan Sarana dan Prasarana KUA Kec. Bantan
Berdakwah Untuk Membentuk Penduduk Kecamatan Bantan dan Umat Islam Yang Agamis
Al-'Ashr
Selasa, 11 Januari 2011
Minggu, 09 Desember 2007
SELAWAT
Allah Ta'ala berfirman: Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya menyampaikan salawatnya kepada Nabi yakni Nabi Muhammad. Hai orang-orang yang beriman, ucapkanlah salawat dan salam dengan sebenar-benarnya salam kepada Nabi itu. (l-Ahzab:56)
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah s.a.w bersabda : Barangsiapa yang membaca salawat kepadaku sekali salawat, maka Allah akan memberikan kerahmatan padanya sepuluh kali dengan sebanyak sekali salawat tadi. (Riwayat Muslim).
Dari Ibnu Mas'ud r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: Seutama-utama manusia bagiku pada hari kiamat ialah orang yang terbanyak bacaan salawat padaku, yakni lebih diutamakan oleh beliau s.a.w untuk dapat memperoleh syafaatnya dan dapat kedudukan yang terdekat dengannya. Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
Dari Aus bin Aus r.a.katanya, Rasulullah s.a.w bersabda : Sesungguhnya di antara hari-harimu yang paling utama sekali ialah hari Jumaat, maka perbanyakkanlah membaca salawat padaku pada hari itu, sebab sesengguhnya bacaan salawatmu itu ditunjukkan kepadaku. Para sahabat berkata : Ya Rasulullah, bagaimanakanh salawat kita semua itu dapat ditunjukkan kepada Tuan, sedangkan Tuan sudah hancur tubuhnya? Nabi s.a.w bersabda : Sesungguhnya Allah mengharamkan pada tanah untuk makan tubuh sekalian Nabi. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad sahih.
Dari Abu Hurairah r.a. katanya : Rasulullh s.a.w bersabda: Terkena debulah hidung seseorang yakni amat hina sekali seseorang yang diwaktu nama saya disebutkan di sisinya, tetapi ia tidak suka membaca salawat padaku. Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan
Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda : Tiada seorangpun yang memberi salam/selawat padaku, melainkan Allah mengembalikan rohku, sehingga saya dapat menjawab salam orang itu. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawuyd dengan isnad sahih.
Dari Fadhalah bin Ubaid r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. pernah mendengar seseorang yang berdoa dalam salatnya, tetapi ia tidak mengucapkan puji-pujian kepada Allah Ta'ala dan tidak pula membaca salawat pada Nabi s.a.w, lalu Rasulullah s.a.w. bersabda: Tergesa-gesa sekali orang ini,
kemudian orang itu dipanggilnya. Nabi s.a.w lalu bersabda pada orang itu atau pada orang lain juga: Jikalau seseorang di antara engkau semua hendak berdoa, maka hendaklah memulai dengan mengucapkan puji-pujian kepada Tuhannya yang Maha Suci serta puja-pujaan padaNya, selanjutnya membaca salawat kepada Nabi s.a.w. seterusnya bolehlah ia berdoa dengan apa yang dikehendakinya. Diriwayatka oleh Imam-Imam Abu Dawud dan Termidzi mengatakan bahwa ia adalah Hadis sahih.
Dari Abu Mas'ud al-Badri r.a, katanya: Rasulullah s.a.w datang kepada kita dan kita semua sedang dalam majlisnya Sa'ad bin Ubadah, lalu Basyir bin Sa'ad berkata kepada beliau s.a.w : Allah menyuruh kita supaya kita membaca salawat kepada Tuan, Ya Rasulullah, maka bagaimanakah cara kita membaca salawat kepada Tuan itu ? Rasulullah s.a.w. lalu diam, sehingga kita semua mengharapkan, alangkah baiknya kalau tadi Basyir tidak bertanyakan kepada beliau tentang hal itu. Kemudian Rasulullah s.a.w bersabda: Ucapkanlah: Allahumma shalli'ala Muhammad wa'ala ali Muhamnmad. Kama shallaita'ala Ibrahim. Wa bari'ala Muhammad wa'ala ali Muhammad.
Kama barakta'ala ali Ibrahim. Innaka hamidum majid. Artinya: Ya Allah, berikanlah tambahan kerahmatan pada Muhammad dan pada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan tambahan kerahmatan pada keluarga Ibrahim. Ya Allah, berikanlah tambahan keberkahan pada Muhammad dan pada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah menambahkan keberkahan pada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Termulia. (Muttafaq 'alaih).
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda : "Perbanyakkanlah membaca selawat padaku pada malam dan hari Jumaat, maka siapa yang membaca selawat untukku satu kali, Allah akan memberinya rahmat 10 kali (Allah akan berselawat kepadanya 10 kali)". (Riwayat AlBaihaqi)
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah s.a.w bersabda : Barangsiapa yang membaca salawat kepadaku sekali salawat, maka Allah akan memberikan kerahmatan padanya sepuluh kali dengan sebanyak sekali salawat tadi. (Riwayat Muslim).
Dari Ibnu Mas'ud r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: Seutama-utama manusia bagiku pada hari kiamat ialah orang yang terbanyak bacaan salawat padaku, yakni lebih diutamakan oleh beliau s.a.w untuk dapat memperoleh syafaatnya dan dapat kedudukan yang terdekat dengannya. Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
Dari Aus bin Aus r.a.katanya, Rasulullah s.a.w bersabda : Sesungguhnya di antara hari-harimu yang paling utama sekali ialah hari Jumaat, maka perbanyakkanlah membaca salawat padaku pada hari itu, sebab sesengguhnya bacaan salawatmu itu ditunjukkan kepadaku. Para sahabat berkata : Ya Rasulullah, bagaimanakanh salawat kita semua itu dapat ditunjukkan kepada Tuan, sedangkan Tuan sudah hancur tubuhnya? Nabi s.a.w bersabda : Sesungguhnya Allah mengharamkan pada tanah untuk makan tubuh sekalian Nabi. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad sahih.
Dari Abu Hurairah r.a. katanya : Rasulullh s.a.w bersabda: Terkena debulah hidung seseorang yakni amat hina sekali seseorang yang diwaktu nama saya disebutkan di sisinya, tetapi ia tidak suka membaca salawat padaku. Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan
Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda : Tiada seorangpun yang memberi salam/selawat padaku, melainkan Allah mengembalikan rohku, sehingga saya dapat menjawab salam orang itu. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawuyd dengan isnad sahih.
Dari Fadhalah bin Ubaid r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. pernah mendengar seseorang yang berdoa dalam salatnya, tetapi ia tidak mengucapkan puji-pujian kepada Allah Ta'ala dan tidak pula membaca salawat pada Nabi s.a.w, lalu Rasulullah s.a.w. bersabda: Tergesa-gesa sekali orang ini,
kemudian orang itu dipanggilnya. Nabi s.a.w lalu bersabda pada orang itu atau pada orang lain juga: Jikalau seseorang di antara engkau semua hendak berdoa, maka hendaklah memulai dengan mengucapkan puji-pujian kepada Tuhannya yang Maha Suci serta puja-pujaan padaNya, selanjutnya membaca salawat kepada Nabi s.a.w. seterusnya bolehlah ia berdoa dengan apa yang dikehendakinya. Diriwayatka oleh Imam-Imam Abu Dawud dan Termidzi mengatakan bahwa ia adalah Hadis sahih.
Dari Abu Mas'ud al-Badri r.a, katanya: Rasulullah s.a.w datang kepada kita dan kita semua sedang dalam majlisnya Sa'ad bin Ubadah, lalu Basyir bin Sa'ad berkata kepada beliau s.a.w : Allah menyuruh kita supaya kita membaca salawat kepada Tuan, Ya Rasulullah, maka bagaimanakah cara kita membaca salawat kepada Tuan itu ? Rasulullah s.a.w. lalu diam, sehingga kita semua mengharapkan, alangkah baiknya kalau tadi Basyir tidak bertanyakan kepada beliau tentang hal itu. Kemudian Rasulullah s.a.w bersabda: Ucapkanlah: Allahumma shalli'ala Muhammad wa'ala ali Muhamnmad. Kama shallaita'ala Ibrahim. Wa bari'ala Muhammad wa'ala ali Muhammad.
Kama barakta'ala ali Ibrahim. Innaka hamidum majid. Artinya: Ya Allah, berikanlah tambahan kerahmatan pada Muhammad dan pada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan tambahan kerahmatan pada keluarga Ibrahim. Ya Allah, berikanlah tambahan keberkahan pada Muhammad dan pada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah menambahkan keberkahan pada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Termulia. (Muttafaq 'alaih).
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda : "Perbanyakkanlah membaca selawat padaku pada malam dan hari Jumaat, maka siapa yang membaca selawat untukku satu kali, Allah akan memberinya rahmat 10 kali (Allah akan berselawat kepadanya 10 kali)". (Riwayat AlBaihaqi)
Jumat, 09 November 2007
ZIYAARATUL QOBR
Berikut adalah terjemahan kasar drp kitab Mandzorul Maut Wa Maa Ba'dal Maut, Halaman 54 & 55 & 56, oleh Khawajah Muhammad Islam (dialibahasakan ke Bahasa 'Arab oleh Haafiz Muhammad 'Abdullaah), Cetakan Matba'ah Al-Maktabah Al-'Ilmiyyah, 15 Syaari' Madrasah Al-Banaat, Lahore, Pakistan.
Fasal Yang Ketujuh Tentang Ziarah Qubur (Ziyaaratul Qobri) :
Adalah mustahab (sangat disukai) untuk menziarahi qubur pada setiap minggu. Dan yang paling afdhal ialah pada hari Jumu'at dan hari Sabtu dan hari Isnin dan hari Khamis dan malam Nisfu Sya'baan dan sepuluh hari pertama drp bulan Zulhijjah dan kedua hari 'Iid (kedua hari raya) dan sepuluh hari pertama drp bulan Muharram.
Dan drp Muhammad bin Waasi', telah berkata ia : Telah sampai kepadaku bahawa orang-orang mati (al-mautaa) adalah mengetahui akan zuwwaar (penziarah2/pengunjung2/visitors) mereka pada hari Jumu'at dan sehari sebelumnya serta sehari selepasnya. Dan adalah Nabi saw pergi menziarahi Syuhadaa` Uhud pada setiap tahun. Dan ini juga menjadi 'amalan Sayyidina Abu Bakar r.a. selepas wafatnya Baginda saw. Dan ini juga kemudiannya menjadi 'amalan Sayyidina 'Umar r.a. Sesungguhnya mereka berdua ini adalah menziarahi Maqoobir Syuhadaa` Uhud. Dan telah berkata Al-'Allaamah Ibnu Hajar Al-'Asqolaani rah.a. bahawa adalah menjadi suatu kesalahan untuk menghalang (mengabaikan) penziarah-penziarah qubur daripada menziarahi qubur-qubur atas alasan tidak sunyi (atau tidak terlepas) drp adanya golongan-golongan mubtadi'iin (pembid'ah2) dan golongan-golongan faajiriin (pencabul2/pema'siat2) dan atas alasan
tidak sunyi (atau tidak terlepas) drp adanya ikhtilaaturrijaali binnisaai (percampurbauran antara lelaki2 dan wanita2) di sekitar perkuburan (maqoobir), bahkan adalah dituntut supaya 'amalan menziarahi qubur-qubur itu sentiasa hidup berterusan. Dan penyelesaian yang paling baik adalah semua pihak hendaklah berpadu mencurahkan tenaga dan kekuatan dalam usha memperbaiki keadaan dan dalam usha mencegah muhdathaat (perkara-perkara yang baru). Dan adalah diharuskan bagi seorang perempuan tua/ber'umur ('ajuuz) untuk menziarahi qubur seandainya dia mahu mengingat akan mati dan mahu memperolehi/memindahkan/menghantarkan/meyampaikan pahala (iissooluththawaab).Dan adalah mustahab (disukai dan dianjurkan) bagi sesiapa yang ingin menziarahi qubur supaya bersolat naafil/sunat dua raka'at dahulu, hendaklah ia membaca dalam setiap raka'at akan Aayat Al-Kursiyy sekali dan Suurah Al-Ikhlaas tiga kali selepas bacaan Al-Faatihah dan berniat menyampaikan/menyambungkan pahala 'amalnya ini kepada simati (al-mayyit), juga supaya quburnya diberi nur. Kemudian setelah itu hendaklah ia pergi atau berangkat ke qubur dan menanggalkan kedua kasutnya dan hendaklah ia berdiri di hadapan qubur berkenaan dalam hal keadaan membelakangi qiblat dan hendaklah ia berkata ......(antara lain/mithalnya)....: " 'Alaikumussalaam yaa ahlalqobr ! Yaghfirullaahu lanaa wa lakum, Antum lanaa salafun wa nahnu bil ithr ! " [mafhumnya: Keatas kalian kesejateraan wahai ahli qubur ! Semoga Allah mengampuni buat kami dan buat kalian, Kalian adalah leluhur/predecessors kami (yakni kalian telah mendahului kami) dan kami pula adalah pengganti/successors kalian]. Jika mungkin hendaklah ia membaca Suurah Al-Faatihah dan Suurah Al-Baqorah drp permulaan hinggalah ke "Al-Muflihuun", dan Aayat Al-Kursiyy dan drp "Aamanarrasuul" hinggalah ke akhir Suurah Al-Baqorah itu, dan Suurah Yaasin dan Suurah Al-Mulk dan Suurah At-Takaathur dan Suurah Al-Ikhlaas sebelas kali atau tujuh kali dan selepas itu hendak ia berkata/berdoa :"Yaa Allah ausil thawaaba haazihil qiraa ah ilaa fulaan !"
[Maqsudnya : Wahai Allah sampaikan pahala bacaan ini kepada sifulaan !]. Telah berkata Abu Bakar bin Sa'iid bahawa adalah mustahab membaca Suurah Al-Ikhlaas sepuluh kali atau tujuh kali maka insyaAllaah simati itu akan mendapat keampunan jika sekiranya adalah ia seorang yang berdosa dan jika tidak sipembaca itu akan mendapat keampunan. Dan telah menerangkan para 'ulaama` bahawa setiap yang bersolat naafil/sunat tadi hendaklah juga berniat menyampaikan pahalanya kepada semua mu'miniin dan mu'minaat, dengan itu setiap mu'min dan mu'minah akan memperolehi pahalanya juga dan ini tidak akan mengurangi sedikit pun pahala orang yang bersolat tadi. Dan inilah dia Mazhab AhlisSunnah Wal Jamaa'ah. Adalah Sayyidina 'Umar r.a. telah mengerjakan 'Umrah bagi pihak Rasuulullaah saw (for the sake Rasuulullaah saw) pada setiap tahun. Dan adalah Ibnu Al-Muwaffiq (Al-Mufiq atau Al-Muwaffaq) rah.a. telah mengerjakan Haji bagi pihak Rasuulullaah saw (for the sake of Rasuulullaah saw) sebanyak 70 kali. Dan Ibnu As-Siraaj rah.a. telah mengkhatamkan pembacaan Al-Quraan Al-Kariim lebih drp 10,000 kali bagi pihak Rasuulullaah saw (for the sake of Rasuulullaah saw).
Al-Faaidah : Adalah mustahab berta'ziah kepada Soohibul Musiibah (orang yang menerimah musiibah) itu drp sa'at kematian hinggalah sampai tiga hari. Dan di'amkan ta'ziah itu kepada seluruh aqooribul mayyit (kaum qerabat simati) sama ada yang kecil, muda, besar dan tua. Dan adalah mustahab bagi yang berta'ziah untuk berkata/mengucap/berdoa : (mithalnya) " Ghafarallaahu ta'aala limayyitika wa tajaawaza 'anhu wa taghammadahu birahmatihi wa razaqoka as-sobra 'alaa musiibatihi !" [maqsudnya: Semoga Allah swt mengampuni buat simatimu itu dan sempga Allah swt mema'afkannya dan semoga Allah swt melimpahinya (menutupinya) dengan rahmatNya dan semoga Allah swt memberikan kpdmu kesabaran dalam menghadapi musiibahnya!]. Dan adalah tidak mengapa bagi Ahlil Musiibah (mereka yg menerima musiibah itu) untuk duduk tinggal di rumah atau di masjid buat selama tiga hari dan dalam hal keadaan orang ramai mengunjungi mereka dan berta'ziah kepada mereka. Dan adalah tidak dibolehkan untuk meraung dengan suara yang tinggi. Dan tangisan beserta riqqotul qolb (kehalusan dan kelembutan hati) adalah tidak mengapa. Juga tidak dianjurkan bagi lelaki untuk menghitamkan pakaian dan juga untuk mengoyak-ngoyakannya. Dan ada pun menghitam-hitamkan pipi dan tangan (taswiidul khuduudi wal aidii) dan merobek-robekkan poket (syaqqul juyuub) dan mencakar-cakarkan/menggaruk-garukkan muka (khadsyul wujuuh) dan mengembang-ngembangkan/menyerak-nyerakkan rambut (nasyrusysyu'uur) dan menabur-naburkan tanah (nathrutturaab) di atas kepala dan memukul-mukul akan paha dan dada (adhdhorbu 'alal fakhzi wassodr) adalah semuanya ini termasuk resam-resam jahiliyyah (rusuumul jaahiliyyah). Dan adalah tidak mengapa (malah dianjurkan) untuk menyediakan/menghantarkan makanan kepada ahli simati itu dan adalah tidak semubahnya bagi pihak simati itu menyediakan makanan dan keperluan bagi tetamu-tetamu yg datang buat selama tiga hari. Dan yang paling baik bagi pihak simati itu (sekiranya mereka mahu) ialah membahagi-bahagikan makanan kepada masaakiin (orang-orang miskin) dan muhtaajiin (orang-orang yang berhajat) dan berniat menyampaikan pahala kepada simati itu.
Demikianlah terjemahan kasar drp kitab berkenaan. Semoga sama-sama kita mengambil i'tibaar. Sekian. Wassalaamu'alaikum wrb., Al-faqiiru ilallaah.
p/s: Berdasarkan keterangan berkenaan, [1] Sayyidina 'Umar r.a. setiap tahun telah mengerjakan 'Umrah bagi pihak Rasuulullaah saw. Kita pula bagaimana ? Atau bagaimana ? [2] Ibnu Al-Muwaffiq rah.a. pula telah mengerjakan Haji bagi pihak Rasuulullaah saw sebanyak 70 kali. Kita pula bagaimana ? Atau bagaimana ? [3] Ibnu As-Siraaj rah.a. telah mengkhatam pembacaan Al-Quraan Al-Kariim lebih drp 10,000 kali bagi pihak Rasuulullaah saw. Kita pula bagaimana ? Atau bagaimana ? Untuk itu marilah kita merenung dan memikirkannya.....!
Fasal Yang Ketujuh Tentang Ziarah Qubur (Ziyaaratul Qobri) :
Adalah mustahab (sangat disukai) untuk menziarahi qubur pada setiap minggu. Dan yang paling afdhal ialah pada hari Jumu'at dan hari Sabtu dan hari Isnin dan hari Khamis dan malam Nisfu Sya'baan dan sepuluh hari pertama drp bulan Zulhijjah dan kedua hari 'Iid (kedua hari raya) dan sepuluh hari pertama drp bulan Muharram.
Dan drp Muhammad bin Waasi', telah berkata ia : Telah sampai kepadaku bahawa orang-orang mati (al-mautaa) adalah mengetahui akan zuwwaar (penziarah2/pengunjung2/visitors) mereka pada hari Jumu'at dan sehari sebelumnya serta sehari selepasnya. Dan adalah Nabi saw pergi menziarahi Syuhadaa` Uhud pada setiap tahun. Dan ini juga menjadi 'amalan Sayyidina Abu Bakar r.a. selepas wafatnya Baginda saw. Dan ini juga kemudiannya menjadi 'amalan Sayyidina 'Umar r.a. Sesungguhnya mereka berdua ini adalah menziarahi Maqoobir Syuhadaa` Uhud. Dan telah berkata Al-'Allaamah Ibnu Hajar Al-'Asqolaani rah.a. bahawa adalah menjadi suatu kesalahan untuk menghalang (mengabaikan) penziarah-penziarah qubur daripada menziarahi qubur-qubur atas alasan tidak sunyi (atau tidak terlepas) drp adanya golongan-golongan mubtadi'iin (pembid'ah2) dan golongan-golongan faajiriin (pencabul2/pema'siat2) dan atas alasan
tidak sunyi (atau tidak terlepas) drp adanya ikhtilaaturrijaali binnisaai (percampurbauran antara lelaki2 dan wanita2) di sekitar perkuburan (maqoobir), bahkan adalah dituntut supaya 'amalan menziarahi qubur-qubur itu sentiasa hidup berterusan. Dan penyelesaian yang paling baik adalah semua pihak hendaklah berpadu mencurahkan tenaga dan kekuatan dalam usha memperbaiki keadaan dan dalam usha mencegah muhdathaat (perkara-perkara yang baru). Dan adalah diharuskan bagi seorang perempuan tua/ber'umur ('ajuuz) untuk menziarahi qubur seandainya dia mahu mengingat akan mati dan mahu memperolehi/memindahkan/menghantarkan/meyampaikan pahala (iissooluththawaab).Dan adalah mustahab (disukai dan dianjurkan) bagi sesiapa yang ingin menziarahi qubur supaya bersolat naafil/sunat dua raka'at dahulu, hendaklah ia membaca dalam setiap raka'at akan Aayat Al-Kursiyy sekali dan Suurah Al-Ikhlaas tiga kali selepas bacaan Al-Faatihah dan berniat menyampaikan/menyambungkan pahala 'amalnya ini kepada simati (al-mayyit), juga supaya quburnya diberi nur. Kemudian setelah itu hendaklah ia pergi atau berangkat ke qubur dan menanggalkan kedua kasutnya dan hendaklah ia berdiri di hadapan qubur berkenaan dalam hal keadaan membelakangi qiblat dan hendaklah ia berkata ......(antara lain/mithalnya)....: " 'Alaikumussalaam yaa ahlalqobr ! Yaghfirullaahu lanaa wa lakum, Antum lanaa salafun wa nahnu bil ithr ! " [mafhumnya: Keatas kalian kesejateraan wahai ahli qubur ! Semoga Allah mengampuni buat kami dan buat kalian, Kalian adalah leluhur/predecessors kami (yakni kalian telah mendahului kami) dan kami pula adalah pengganti/successors kalian]. Jika mungkin hendaklah ia membaca Suurah Al-Faatihah dan Suurah Al-Baqorah drp permulaan hinggalah ke "Al-Muflihuun", dan Aayat Al-Kursiyy dan drp "Aamanarrasuul" hinggalah ke akhir Suurah Al-Baqorah itu, dan Suurah Yaasin dan Suurah Al-Mulk dan Suurah At-Takaathur dan Suurah Al-Ikhlaas sebelas kali atau tujuh kali dan selepas itu hendak ia berkata/berdoa :"Yaa Allah ausil thawaaba haazihil qiraa ah ilaa fulaan !"
[Maqsudnya : Wahai Allah sampaikan pahala bacaan ini kepada sifulaan !]. Telah berkata Abu Bakar bin Sa'iid bahawa adalah mustahab membaca Suurah Al-Ikhlaas sepuluh kali atau tujuh kali maka insyaAllaah simati itu akan mendapat keampunan jika sekiranya adalah ia seorang yang berdosa dan jika tidak sipembaca itu akan mendapat keampunan. Dan telah menerangkan para 'ulaama` bahawa setiap yang bersolat naafil/sunat tadi hendaklah juga berniat menyampaikan pahalanya kepada semua mu'miniin dan mu'minaat, dengan itu setiap mu'min dan mu'minah akan memperolehi pahalanya juga dan ini tidak akan mengurangi sedikit pun pahala orang yang bersolat tadi. Dan inilah dia Mazhab AhlisSunnah Wal Jamaa'ah. Adalah Sayyidina 'Umar r.a. telah mengerjakan 'Umrah bagi pihak Rasuulullaah saw (for the sake Rasuulullaah saw) pada setiap tahun. Dan adalah Ibnu Al-Muwaffiq (Al-Mufiq atau Al-Muwaffaq) rah.a. telah mengerjakan Haji bagi pihak Rasuulullaah saw (for the sake of Rasuulullaah saw) sebanyak 70 kali. Dan Ibnu As-Siraaj rah.a. telah mengkhatamkan pembacaan Al-Quraan Al-Kariim lebih drp 10,000 kali bagi pihak Rasuulullaah saw (for the sake of Rasuulullaah saw).
Al-Faaidah : Adalah mustahab berta'ziah kepada Soohibul Musiibah (orang yang menerimah musiibah) itu drp sa'at kematian hinggalah sampai tiga hari. Dan di'amkan ta'ziah itu kepada seluruh aqooribul mayyit (kaum qerabat simati) sama ada yang kecil, muda, besar dan tua. Dan adalah mustahab bagi yang berta'ziah untuk berkata/mengucap/berdoa : (mithalnya) " Ghafarallaahu ta'aala limayyitika wa tajaawaza 'anhu wa taghammadahu birahmatihi wa razaqoka as-sobra 'alaa musiibatihi !" [maqsudnya: Semoga Allah swt mengampuni buat simatimu itu dan sempga Allah swt mema'afkannya dan semoga Allah swt melimpahinya (menutupinya) dengan rahmatNya dan semoga Allah swt memberikan kpdmu kesabaran dalam menghadapi musiibahnya!]. Dan adalah tidak mengapa bagi Ahlil Musiibah (mereka yg menerima musiibah itu) untuk duduk tinggal di rumah atau di masjid buat selama tiga hari dan dalam hal keadaan orang ramai mengunjungi mereka dan berta'ziah kepada mereka. Dan adalah tidak dibolehkan untuk meraung dengan suara yang tinggi. Dan tangisan beserta riqqotul qolb (kehalusan dan kelembutan hati) adalah tidak mengapa. Juga tidak dianjurkan bagi lelaki untuk menghitamkan pakaian dan juga untuk mengoyak-ngoyakannya. Dan ada pun menghitam-hitamkan pipi dan tangan (taswiidul khuduudi wal aidii) dan merobek-robekkan poket (syaqqul juyuub) dan mencakar-cakarkan/menggaruk-garukkan muka (khadsyul wujuuh) dan mengembang-ngembangkan/menyerak-nyerakkan rambut (nasyrusysyu'uur) dan menabur-naburkan tanah (nathrutturaab) di atas kepala dan memukul-mukul akan paha dan dada (adhdhorbu 'alal fakhzi wassodr) adalah semuanya ini termasuk resam-resam jahiliyyah (rusuumul jaahiliyyah). Dan adalah tidak mengapa (malah dianjurkan) untuk menyediakan/menghantarkan makanan kepada ahli simati itu dan adalah tidak semubahnya bagi pihak simati itu menyediakan makanan dan keperluan bagi tetamu-tetamu yg datang buat selama tiga hari. Dan yang paling baik bagi pihak simati itu (sekiranya mereka mahu) ialah membahagi-bahagikan makanan kepada masaakiin (orang-orang miskin) dan muhtaajiin (orang-orang yang berhajat) dan berniat menyampaikan pahala kepada simati itu.
Demikianlah terjemahan kasar drp kitab berkenaan. Semoga sama-sama kita mengambil i'tibaar. Sekian. Wassalaamu'alaikum wrb., Al-faqiiru ilallaah.
p/s: Berdasarkan keterangan berkenaan, [1] Sayyidina 'Umar r.a. setiap tahun telah mengerjakan 'Umrah bagi pihak Rasuulullaah saw. Kita pula bagaimana ? Atau bagaimana ? [2] Ibnu Al-Muwaffiq rah.a. pula telah mengerjakan Haji bagi pihak Rasuulullaah saw sebanyak 70 kali. Kita pula bagaimana ? Atau bagaimana ? [3] Ibnu As-Siraaj rah.a. telah mengkhatam pembacaan Al-Quraan Al-Kariim lebih drp 10,000 kali bagi pihak Rasuulullaah saw. Kita pula bagaimana ? Atau bagaimana ? Untuk itu marilah kita merenung dan memikirkannya.....!
Selasa, 09 Oktober 2007
Amalan surah-surah penting
Surah Al-Kahfi
1. Imam Ahmad berkata: "Daripada Abi Darda' daripada Nabi Muhammad S.A.W, baginda telah bersabda : "Sesiapa menghafaz sepuluh ayat daripada permulaan surah Al-Kahfi, maka terhindar daripada Al-Dajjal. (Hadis riwayat, Muslim, Abu Daud, Al-Nasa'i, Al- Tarmizi daripada Qatadah)
2. Imam Ahmad berkata: "Daripada Abi Al-Darda'i, nabi S.A.W bersabda, "Sesiapa yang membaca sepuluh ayat akhir surah Al- Kahfi, maka terhindarlah daripada fitnah Al Dajjal". (Hadis riwayat Muslim dan al_Nasa'i)
3. Daripada Umar berkata : Nabi S.A.W telah bersabda: "Sesiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumaat maka bersinarlah cahaya daripada bawah kakinya hingga ke langit. Untuknya cahaya di hari kiamat dan diampunkannya antara dua Jumaat." (HR Ibnu Katsir)
Yaasiin
Daripada Anas r.a Rasulullah s.a.w bersabda : Setiap sesuatu ada hati dan hati Al-Quran adalah Yaasiin" dan sesiapa yang membaca Yaasiin, maka Allah s.w.t tulis baginya sepertimana membaca Al-Quran sepuluh kali. (HR Al-Tarmizi)
Ad-Dukhan
Daripada Abi Hurairah r.a berkata : nabi S.A.W telah bersabda : "Sesiapa membaca surah "Haamim Ad Dukhan" pada waktu malam Jumaat, maka dia diberi keampunan baginya." (HR Ibnu Katsir)
Al-Waqiah
Daripada Abi Dhibah "telah sakit Abdullah yang membolehkan kematiannya. maka diziarahi oleh Osman Ibnu Affan r.a "Beliau bertanya apa yang kamu adukan? Abdullah menjawab : "Dosa- dosaku" dan apa yang kamu mahu sekarang?" Beliau menjawab : "rahmat Tuhanku". Perlukah saya panggil doktor? Beliau menjawab "doktor lebih sakit daripada saya".
Usman berkata "Adakah kamu perlukan kepada wang.........."
Abdullah menjawab saya tidak berhajat kepadanya"
Usman berkata : Ini untuk anak-anak perempuan kamu selapas ketiadaan kamu. beliau menjawab adakah kamu takut anak-anak perempuan saya akan menjadi miskin? Sesungguhnya saya perintah kepada mereka supaya membaca surah Al-Waqiah tiap- tiap malam. Sesungguhnya saya dengar Rasulullah S.A.W bersabda: "Sesiapa yang membaca surah Al-Waqiah tidak akan jadi miskin selama-lamanya."
Al-Hasyar
Daripada Fadhil Ibnu Yassa Al-Muzani r.a berkata: Nabi s.a.w telah bersabda : "sesiapa yang membaca ketika bangkit subuh "A'uuzubillahis sami'il 'alimi minassyaitanir rajim" kemudian membaca tiga ayat akhir surah Al-Hasyar maka Allah s..w.t mewakilkan 70 malaikat berselawat atasnya hingga petang. begitu juga waktu petang dan jika dia meninggal hari itu dikira mati syahid. (HR At-Tarmizi)
Al-Mulk
Daripada Anas Ibnu Malik berkata: Nabi s.a.w telah bersabda "sesungguhnya seorang lelaki yang sebelum kamu telah meninggal dan tidak ada bersamanya sedikitpun daripada kitab allah kecuali "Tabarakallazi". Maka apabila dimasukkan ke dalam lubang kubur, datanglah kepadanya malaikat. Maka surah itu telah menahan wajahnya dan malaikat berkata pada surah itu "sesungguhnya kamu daripada kitab Allah dan saya tidak mahu menyusahkan kamu, sesungguhnya saya tidak boleh memberi kepada kamu dan kepada dia dan kepada saya kemudaratan atau kemanfaatan.Sesungguhnya jika kamu mahu memberi manfaat kepada dia (si mati), jadi pergilah menemui Allah s.w.t. Dan mintalah shafaat daripadaNya. Maka diapun (surah Al-Mulk) menemui Allah s.w.t dan berkata "Wahai Tuhanku, si fulan ini (simati) dia pilih saya dalam kitabMu dan dia pelajari saya dan membaca saya, bolehkah wahai Allah, Engkau membakarnya dan menyeksanya, walhal saya di dalam dadanya. Maka jika Engkau ingin berbuat demikian jadi padamlah saya dari kitabMu. Dan Allah s.w.t berfirman "Aku nampak kamu marah" Dia menjawab (surah) "Sesungguhnya saya marah. Allah s.w.t berfirman : pergilah sesungguhnya aku memberi dia kepada kamu dan kamu menjadi syafaat keatasnya".
Nabi s.a.w bersabda "Surah itu datang kepada malaikat dan memaksanya keluar tanpa melakukan apa-apa pada si mati.Maka surah itu datang dan meletakkan mulutnya kepada mulut si mati dan mengucapkan selamat datang kepada mulut yang sentiasa membaca dan selamat datang kepada dada yang sentiasa menghafal dan menjaga saya. Dan selamat datang kepada dua kaki yang sentiasa berdiri dan membaca saya.Maka surah itu bersama si mati dalam kubur supaya si mati tidak merasa kesunyian"
Anas berkata :Apabila Nabi s.a.w khabarkan hadis ini maka tidak ada seorangpun yang kecil mahupun yang besar, hamba mahupun tuan kecuali dia mempelajari surah ini dan Nabi s.a.w memanggil surah ini Al-Munjiah iaitu yang menyelamatkan". (HR Ibnu Katsir)
Wallahu'alam
Semoga ada manfaat
1. Imam Ahmad berkata: "Daripada Abi Darda' daripada Nabi Muhammad S.A.W, baginda telah bersabda : "Sesiapa menghafaz sepuluh ayat daripada permulaan surah Al-Kahfi, maka terhindar daripada Al-Dajjal. (Hadis riwayat, Muslim, Abu Daud, Al-Nasa'i, Al- Tarmizi daripada Qatadah)
2. Imam Ahmad berkata: "Daripada Abi Al-Darda'i, nabi S.A.W bersabda, "Sesiapa yang membaca sepuluh ayat akhir surah Al- Kahfi, maka terhindarlah daripada fitnah Al Dajjal". (Hadis riwayat Muslim dan al_Nasa'i)
3. Daripada Umar berkata : Nabi S.A.W telah bersabda: "Sesiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumaat maka bersinarlah cahaya daripada bawah kakinya hingga ke langit. Untuknya cahaya di hari kiamat dan diampunkannya antara dua Jumaat." (HR Ibnu Katsir)
Yaasiin
Daripada Anas r.a Rasulullah s.a.w bersabda : Setiap sesuatu ada hati dan hati Al-Quran adalah Yaasiin" dan sesiapa yang membaca Yaasiin, maka Allah s.w.t tulis baginya sepertimana membaca Al-Quran sepuluh kali. (HR Al-Tarmizi)
Ad-Dukhan
Daripada Abi Hurairah r.a berkata : nabi S.A.W telah bersabda : "Sesiapa membaca surah "Haamim Ad Dukhan" pada waktu malam Jumaat, maka dia diberi keampunan baginya." (HR Ibnu Katsir)
Al-Waqiah
Daripada Abi Dhibah "telah sakit Abdullah yang membolehkan kematiannya. maka diziarahi oleh Osman Ibnu Affan r.a "Beliau bertanya apa yang kamu adukan? Abdullah menjawab : "Dosa- dosaku" dan apa yang kamu mahu sekarang?" Beliau menjawab : "rahmat Tuhanku". Perlukah saya panggil doktor? Beliau menjawab "doktor lebih sakit daripada saya".
Usman berkata "Adakah kamu perlukan kepada wang.........."
Abdullah menjawab saya tidak berhajat kepadanya"
Usman berkata : Ini untuk anak-anak perempuan kamu selapas ketiadaan kamu. beliau menjawab adakah kamu takut anak-anak perempuan saya akan menjadi miskin? Sesungguhnya saya perintah kepada mereka supaya membaca surah Al-Waqiah tiap- tiap malam. Sesungguhnya saya dengar Rasulullah S.A.W bersabda: "Sesiapa yang membaca surah Al-Waqiah tidak akan jadi miskin selama-lamanya."
Al-Hasyar
Daripada Fadhil Ibnu Yassa Al-Muzani r.a berkata: Nabi s.a.w telah bersabda : "sesiapa yang membaca ketika bangkit subuh "A'uuzubillahis sami'il 'alimi minassyaitanir rajim" kemudian membaca tiga ayat akhir surah Al-Hasyar maka Allah s..w.t mewakilkan 70 malaikat berselawat atasnya hingga petang. begitu juga waktu petang dan jika dia meninggal hari itu dikira mati syahid. (HR At-Tarmizi)
Al-Mulk
Daripada Anas Ibnu Malik berkata: Nabi s.a.w telah bersabda "sesungguhnya seorang lelaki yang sebelum kamu telah meninggal dan tidak ada bersamanya sedikitpun daripada kitab allah kecuali "Tabarakallazi". Maka apabila dimasukkan ke dalam lubang kubur, datanglah kepadanya malaikat. Maka surah itu telah menahan wajahnya dan malaikat berkata pada surah itu "sesungguhnya kamu daripada kitab Allah dan saya tidak mahu menyusahkan kamu, sesungguhnya saya tidak boleh memberi kepada kamu dan kepada dia dan kepada saya kemudaratan atau kemanfaatan.Sesungguhnya jika kamu mahu memberi manfaat kepada dia (si mati), jadi pergilah menemui Allah s.w.t. Dan mintalah shafaat daripadaNya. Maka diapun (surah Al-Mulk) menemui Allah s.w.t dan berkata "Wahai Tuhanku, si fulan ini (simati) dia pilih saya dalam kitabMu dan dia pelajari saya dan membaca saya, bolehkah wahai Allah, Engkau membakarnya dan menyeksanya, walhal saya di dalam dadanya. Maka jika Engkau ingin berbuat demikian jadi padamlah saya dari kitabMu. Dan Allah s.w.t berfirman "Aku nampak kamu marah" Dia menjawab (surah) "Sesungguhnya saya marah. Allah s.w.t berfirman : pergilah sesungguhnya aku memberi dia kepada kamu dan kamu menjadi syafaat keatasnya".
Nabi s.a.w bersabda "Surah itu datang kepada malaikat dan memaksanya keluar tanpa melakukan apa-apa pada si mati.Maka surah itu datang dan meletakkan mulutnya kepada mulut si mati dan mengucapkan selamat datang kepada mulut yang sentiasa membaca dan selamat datang kepada dada yang sentiasa menghafal dan menjaga saya. Dan selamat datang kepada dua kaki yang sentiasa berdiri dan membaca saya.Maka surah itu bersama si mati dalam kubur supaya si mati tidak merasa kesunyian"
Anas berkata :Apabila Nabi s.a.w khabarkan hadis ini maka tidak ada seorangpun yang kecil mahupun yang besar, hamba mahupun tuan kecuali dia mempelajari surah ini dan Nabi s.a.w memanggil surah ini Al-Munjiah iaitu yang menyelamatkan". (HR Ibnu Katsir)
Wallahu'alam
Semoga ada manfaat
Minggu, 09 September 2007
SIKSAAN BAGI ORANG YANG MENYIA-NYIAKAN SHOLAT LIMA WAKTU
Berikut ini hadist yang terdapat di dalam kitab "Fadhillah Amal" yang disusun oleh Maulana Muhammad Zakaria Al-Khandalawi RA :
Dalam suatu riwayat Nabi SAW bersabda,: "Barang siapa menyia-nyiakan sholat, maka Allah SWT akan mengazabnya dengan 15 siksaan.Enam macam siksaan akan ditimpakan ketika di dunia, tiga macam siksaan ketika mati, tiga macam siksaan ketika di alam kubur, dan Tiga macam siksaan ketika bangkit dari kubur.
Adapun Enam macam siksaan yang akan ditimpakan di dunia adalah :
1. Allah SWT akan mencabut keberkahan umurnya.
2. Allah SWT akan menghapuskan ciri-ciri keshalihan dari wajahnya.
3. Seluruh amal shalihnya tidak akan mendapat ganjaran dari Allah SWT.
4. Allah SWT tidak akan mengangkat do'anya ke langit.
5. Seluruh makhluk di dunia akan mencercanya.
6. Tidak akan mendapat bagian dari do'a orang-orang shalih.
Tiga macam siksaan ketika mati adalah :
1. Dia akan mati dalam keadaan hina.
2. Dia akan mati dalam keadaan lapar.
3. Dia akan mati dalam keadaan haus, sehingga walaupun dia diberi minum air seluruh samudra di dunia tidak akan bisa menghilangkan kehausannya.
Tiga macam siksaan ketika di alam kubur adalah :
1. Allah SWT akan menyempitkan kuburnya dan menghimpit tubuhnya, sehingga tulang-tulang rusuk kiri & kanannya saling bersilangan.
2. Api akan dinyalakan di dalam kuburnya dan ia akan diguling-gulingkan di dalam baranya siang dan malam.
3. Allah SWT akan memasukkan ular berbisa yang bernama Syuja'ul-Agra' ke dalam kuburnya, kedua mata ular tersebut terbuat dari api, kuku-kukunya dari besi, panjang setiap kukunya sepanjang sehari perjalanan. Ular itu akan memekik kepadanya, "Saya adalah Syuja'ul-Aqra'!". Suaranya seperti petir yang menyambar, ia berkata lagi, "Tuhanku telah memerintahkan aku untuk menderamu, karena kamu telah menyia-nyiakan sholat Shubuh hingga Dzuhur. Karena kamu telah menyia-nyiakan sholat Dzuhur hingga, Ashar, Ashar hingga Maghrib, Maghrib hingga Isya', dan Isya' hingga Shubuh". Setiap pukulan akan membenamkan orang itu ke dalam tanah sedalam 70 hasta, lalu dengan kukunya ular itu akan mencungkilnya lagi keluar dari tanah, terus berulang-ulang sampai hari kiamat. Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari adzab kubur.
Tiga macam siksaan yang akan ditimpakan pada hari kiamat (ketika dibangkitkan dari kubur) adalah :
1. Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menarik orang itu hingga ke neraka Jahanam dengan wajah terseret.
2. Pada hari Hisab, Allah SWT akan memandang dia dengan pandangan murka, sehingga rontoklah daging wajah orang itu.
3. Allah SWT akan menghisabnya dengan hisab yang sangat keras, tiada keringanan sedikitpun baginya selama-lamanya, sehingga Allah SWT memasukkannya ke dalam neraka yang merupakan seburuk-buruk tempat.
Na'udzubillahi min dzalik. Semoga Allah SWT melindungi kita dari siksa-siksa tersebut dan menjadikan diri kita, keluarga, sanak famili kita dan semua manusia mampu menjaga sholat dengan baik sesuai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Dalam suatu riwayat Nabi SAW bersabda,: "Barang siapa menyia-nyiakan sholat, maka Allah SWT akan mengazabnya dengan 15 siksaan.Enam macam siksaan akan ditimpakan ketika di dunia, tiga macam siksaan ketika mati, tiga macam siksaan ketika di alam kubur, dan Tiga macam siksaan ketika bangkit dari kubur.
Adapun Enam macam siksaan yang akan ditimpakan di dunia adalah :
1. Allah SWT akan mencabut keberkahan umurnya.
2. Allah SWT akan menghapuskan ciri-ciri keshalihan dari wajahnya.
3. Seluruh amal shalihnya tidak akan mendapat ganjaran dari Allah SWT.
4. Allah SWT tidak akan mengangkat do'anya ke langit.
5. Seluruh makhluk di dunia akan mencercanya.
6. Tidak akan mendapat bagian dari do'a orang-orang shalih.
Tiga macam siksaan ketika mati adalah :
1. Dia akan mati dalam keadaan hina.
2. Dia akan mati dalam keadaan lapar.
3. Dia akan mati dalam keadaan haus, sehingga walaupun dia diberi minum air seluruh samudra di dunia tidak akan bisa menghilangkan kehausannya.
Tiga macam siksaan ketika di alam kubur adalah :
1. Allah SWT akan menyempitkan kuburnya dan menghimpit tubuhnya, sehingga tulang-tulang rusuk kiri & kanannya saling bersilangan.
2. Api akan dinyalakan di dalam kuburnya dan ia akan diguling-gulingkan di dalam baranya siang dan malam.
3. Allah SWT akan memasukkan ular berbisa yang bernama Syuja'ul-Agra' ke dalam kuburnya, kedua mata ular tersebut terbuat dari api, kuku-kukunya dari besi, panjang setiap kukunya sepanjang sehari perjalanan. Ular itu akan memekik kepadanya, "Saya adalah Syuja'ul-Aqra'!". Suaranya seperti petir yang menyambar, ia berkata lagi, "Tuhanku telah memerintahkan aku untuk menderamu, karena kamu telah menyia-nyiakan sholat Shubuh hingga Dzuhur. Karena kamu telah menyia-nyiakan sholat Dzuhur hingga, Ashar, Ashar hingga Maghrib, Maghrib hingga Isya', dan Isya' hingga Shubuh". Setiap pukulan akan membenamkan orang itu ke dalam tanah sedalam 70 hasta, lalu dengan kukunya ular itu akan mencungkilnya lagi keluar dari tanah, terus berulang-ulang sampai hari kiamat. Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari adzab kubur.
Tiga macam siksaan yang akan ditimpakan pada hari kiamat (ketika dibangkitkan dari kubur) adalah :
1. Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menarik orang itu hingga ke neraka Jahanam dengan wajah terseret.
2. Pada hari Hisab, Allah SWT akan memandang dia dengan pandangan murka, sehingga rontoklah daging wajah orang itu.
3. Allah SWT akan menghisabnya dengan hisab yang sangat keras, tiada keringanan sedikitpun baginya selama-lamanya, sehingga Allah SWT memasukkannya ke dalam neraka yang merupakan seburuk-buruk tempat.
Na'udzubillahi min dzalik. Semoga Allah SWT melindungi kita dari siksa-siksa tersebut dan menjadikan diri kita, keluarga, sanak famili kita dan semua manusia mampu menjaga sholat dengan baik sesuai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Langganan:
Postingan (Atom)